Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya.
Manusia
lebih menyukai kenikmatan. Sedangkan penderitaan sangat di hindarkan, dalam
suatu kehidupan manusia. Seseorang pasti akan merasakan penderitaan
bagaimanapun jenis dan bentuknya. Contoh penderitaan fisik, bencana yang sedang
di hadapin oleh orang tersebut, setra masalah yang sedang menimpa orang
tersebut. Penderitaan terbagi menjadi 2 yaitu penderitaan yang bersifat lama
dan penderitaan yang bersifat sementara.
Penderitaan yang bersifat lama atau
tidaknya tergantung oleh penyebab penderitaan tersebut. Contoh penderitaan yang
bersifat lama. Kehilangan orang yang penting di dalam kehidupan seseorang.
Sedangkan contoh penderitaan yang bersifat sementara adalah di kecewakanya oleh
seseorang. Penderitan dan kenikmatan manusia/seseorang dengan menyukai atau
tidaknya sesuatu. Jika manusia tersebut suka makan ia akan menikmati apa yang
sedang dia rasakan. Sedangkan jika dia tidak menyukai maka dia akan merasa
menderita dengan apa yang ia rasakan.
Penderitaan yang selalu di hadapi oleh
manusia bermanfaat untuk menjadi bahan instropeksi diri masing-masing manusia.
Selain menjadi bahan instropeksi dapat pula menjadi suatu pengalam seseorang
untuk menjadi manusia yang lebih bijak. Penderitaan tidak selalu merugika untuk
yang merasakan. Mental seseorang sangat berperan penting untuk menghadapi
penderitan yang sedang di alami. Selain mental yang kuat peran orang sekitar
manusia juga sangat berperan untuk menyelesaikan penderitaan dan juga
memberikan dorangan motivasi serta jalan keluar untuk menyelesaikan penderitaan
seseorang.
Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa kekuasaan Tuhan memang jauh lebih besar dan dirinya, akan membuat manusia merasakan dirinya kecil dan menerima takdir. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhimya masih dapat bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar