Keindahan berasal dari kata dasar indah yg artinya elok, enak dipandang, dsb. Keindahan merupakan suatu yg wajib pada diri seseorang utnuk menampilkannya dalam kehidupan karena Allah SWT menyukai keindahan dan juga demi kenikmatak diri sendiri sebelum dinikmati oleh orang lain yg merasakan keindahan itu sendiri.
Keindahan tidak hanya sekedar suatu pemandangan yg bisa dilihat namun juga bisa berupa perkataan yg nikmat didengar, perbuatan yg nikmat untuk dirasakan dan bermanfaat serta hati yg indah dalam menjalani kehidupan. Apabila hati kita telah diindahkan maka nyamanlah hidup kita ini, hanya diri kita sendiri yg dapat mengindahakan diri dan hati kita, orang lain biasanya hanya memberi saran dan komentar akan apa yg ada pada diri kita.
Keindahan dalam berbagai aspek pada kehidupan tidak mudah dan tidak sulit pula untuk diamalkan, semua berdasarkan pada hati dan keyakinan yg kuat bagi orang yg ingin mengamalkan. Keindahan tidak perlu selalu dilihat dan dinilai istimewa oleh orang lain namun keindahan bisa terpancar dengan sendirinya apabila kita bisa membawa diri kita bagaimana seharusnya.
Dalam hal ini ada dua pengertian keindahan, yaitu yang bertumpu pada
obyek dan subyek, Yang pertama, yaitu keindahan yang obyektif, adalah
keindahan yang memang ada pada obyeknya sementara kita sebagaimana
mestinya. Sedang yang kedua; yang disebut keindahan subyektif; adalah
keindahan yang biasanya ditinjau dari segi subyek yang melihat dan
menghayatinya. Di sini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang
dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat
(subyek) tanpa dicampuri keinginan-keinginan yang bersifat praktis, atau
kebutuhan·kebutuhan pribadi si penghayat.
Bertitik tolak dari landasan ini kita bisa membedakan antara keindahan
sebagai kualitas abstrak dan keindalan sebagai sebuah bcnda tertentu
yang memang indah. Perbedaan semacam ini lebih tampak, misalnya dalam
penggunaan bahasa Inggris yang mengenalnya istilah beauty untuk
keindahan yang pertama, dan istilah The Beautiful untuk pengertian yang
kedua, yaitu benda atau hal·hal tertentu yang memang indah.
Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian
keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang
terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung
gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran
Plato, yang menyebut adanya watak yang indah dan hukum yang indah:
Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga
menyenangkan
Dari apa yang dikemukakan di atas, ada hal bisa kita petik, yaitu:
Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban
terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam-macam.
Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna yang relatif, yaitu
sangat tergantung kepada subyeknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar