Indonesia merupakan
negara kepulauan yg mnyimpan brbagai macam kekayaan alam berupa flora
dan fauna. kekayaan ini cenderung bersifat komersil, contohnya saperti
kekayaan alam yg terdapat di lautan dapat dijadikan sebagai bahan pangan
manusia. Tidak hanya itu, masih terdapat macam dan jenis berbeda di alam Indonesia ini baik di daratan maupun di perairan. Hal lain kekayaan ini juga dapat menarik perhatian dan menghasilkan
suatu kesenangan pada setiap orang tertentu, misalnya di Indonesia ini
terdapat tumbuhan khas yaitu raflesia, tidak sedikit orang yg enggan
untuk memelihara tumbuhan ini karena keunikannya yg berbau bangkai pada
sore hari.
Dengan
demikian, kekayaan alam di Indonesia ini dapat dijadikan sebagai mata
pencaharian, salah satu contoh adalah peternak hewan yg menenarkan serta
membesarkan hewan ternak untuk dijual kepasaran sebagai kebutuhan dapur
rumah tangga dan juga menghasilkan laba uang bagi si peternak itu
sendiri. Dalam hal lain, untuk flora di negeri ini memiliki fungsi yg ciukup
banyak, selain untuk bahan makanan berupa sayur - sayuran, tumbuhan juga
merupakan bahan mentah yg akan di olah menjadi benda - benda furniture
seperti; meja, bangku, lemari, dll. serta tumbuhan ini pun dapat
mengatasi global warming, pastinya ini akan menghasilkan kemakmuran
untuk masyarakan dan juga alam semesta ini.
Namun, dibalik semua ini masih terdapat kejanggalan pada negeri ini.
Indonesia memiliki banyak kekayaan alam tetapi masyarakat nusantara
masih sangat bergantung pada negeri luar. indonesia mengekspor kekayaan
alam berupa bahan - bahan mentah dan diimport kembali setelah menjadi
bahan matang yg telah diolah di luar negeri. salah satu contohnya adalah
minyak bumi yg dieksport berupa minyak mentah dan diimport kembali
setelah menjadi minyak yg sudah dapat digunakaan sebagai bahan bakar
untuk kebutuhan masyarakat. hal ini disebabkan karena sunder daya
manusia d Indonesia masih rendah sehingga belum bisa menghasilkan
kekayaan alam ini menjadi bahan yg siap pakai, meski tidak semua namun
hal ini sangat berpengaruh pada neraca perdagangan internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar