Hasil sensus penduduk 2010 tercatat 237,6 juta jiwa sebagai bukti
pertumbuhan penduduk Indonesia 5 tahun lebih cepat dari proyeksi BPS.
Karena proyeksi semula, tahun 2010 baru berjumlah 234,2 juta dan tahun
2015 berkisar 237,8 juta jiwa. Kenyataannya, tahun 2010 penduduk
Indonesia sudah mencapai 237,6 juta jiwa. Demikian diungkapkan
direktur Jaminan dan Pelayanan KB, BKKBN Pusat, Setia Edi dalam acara
peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Jakarta, yang dirilis
bkkbn.co.id, Sabtu (25/9/2010). Ia mengingatkan, jika program KB
diabaikan maka pertumbuhan penduduk Indonesia tak terkendali. Pemerintah mempunyai target baru. Pada 2014 ditargetkan angka fertilitas
total (angka kelahiran/TFR) 2,1 dan pengguna kontrasepsi 65 persen.
Saat ini TFR 2,3 dan pengguna kontrasepsi 61,4 persen. Selain itu
ditargetkan empat tahun ke depan 'unmeet need' 5 persen dan usia kawin
pertama 21 tahun. Kendala program KB adalah otonomi daerah yang
mengakibatkan keterputusan koordinasi dan implementasi program secara
luas. Tidak semua daerah mempunyai struktur yang khusus mengurusi KB. Di
tengah perubahan itu fungsi petugas penyuluh lapangan KB (PLKB) juga
tergerus karena kurang dukungan. Padahal PLKB penting untuk mengedukasi
dan memberikan konseling sehingga masyarakat dapat merencanakan keluarga
dengan baik dan rasional.
SUMBER : http://www.tribunnews.com/2010/09/25
Tidak ada komentar:
Posting Komentar