Assalamualaikum WR. WB.
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk memberikan beberapa tips dan cara untuk anda bagaimana proses mengawinkan kucing. Bagi anda yg memiliki kucing ras peliharaan mungkin anda suka kebingungan cara menangani kucing anda ketika kucing anda memasuki masa birahi. Maka karena itu tidak ada salahnya mencoba mengawinkan/pacak kucing anda dengan sesama kucing ras untuk mendapatkan keturunan kucing, jika anda tidak memiliki lawan jenis kelamin kucing anda mungkin bisa bertanya pada teman atau kerabat anda yg sama-sama memiliki kucing ras, hehe. Ok, langsung saja yaa.
1. Pastikan kucing anda sudah cukup umur atau berusia ideal untuk kawin (sekitar 12bulan) jika belum memasuki usia ideal tidak ada masalah namun reproduksinya kurang matang, dan pastikan kucing anda dalam keadaan birahi khususnya pada kucing betina.
2. Jangan langsung menyatukkan kedua kucing dalam 1 kandang apalagi jika kedua kucing yg ingin dikawinkan belum pernah bertemu sebelumnya karena bisa menyebabkan perkelahian kecil. Hal ini disebabkan karena kucing merasa tidak nyaman dengan tempat yg baru atau dengan kedatangan pendatang baru. Proses perkawinan sebaiknya dilakukan ditempat kucing betina.
3. Perkenalkan secara perlahan antara kedua kucing, dekatkan mereka dalam tempat atau kandang yg terpisah, hal ini untuk menghilangkan rasa takut dan menghilangkan rasa tidak aman bagi kucing khususnya kucing betina. Lakukan hal ini selama sehari semalam.
4. Keesokan harinya jika kedua kucing sudah saling mengeong maka itu salah satu tanda mereka siap dikawinkan. Keluarkan keduanya dari kandang dan satukan mereka dalam satu ruangan atau bisa juga disatukan dalam kandang yg sama namun membutuhkan kandang yg cukup besar agar leluasa.
5. Ketika berhasil disatukan dan tidak ada perkelahian diantara keduanya maka akan terjadi proses perkawinan. Dalam sehari kucing jantat bisa mengawini kucing betina sebanyak 5kali.
6. Setelah proses perkawinan maka kucing betina akan menggulingkan badannya, maksud dari hal ini adalah kucing betina menjatuhkan sel telurnya agar terbuahi oleh sperma jantan yg sudah masuk kedalam rahimnya saat proses perkawinan, kucing betina tidak mengalami menstruasi maka karena itu dia menjatuhkan sel telurnya.
Sekian yg bisa saya bagikan kepada anda, mohon maaf jika ada kesalahan kata dan informasi, silahkan beritahu di kolom komentar. Semoga bermanfaat. Terimakasih.
Salam.
Rabu, 01 Januari 2014
Kamis, 07 November 2013
Resensi Film "Thor : The Dark World"

Judul Film : Thor: The Dark
World
Sutradara : Alan Taylor
Produksi : Marvel Studios
Distribusi : Walt Disney Pictures
Studios Motion
Pemain :
Chris Hemsworth, Natalie Portman, Tom Hiddleston, Anthony Hopkins, Stellan
Skarsgard, Rene Russo, Christopher Eccleston, Idris Elba, Adewale
Akinnuoye-Agbaje, Kat Dennings, Ray Stevenson, Zachary Levi, Tadanobu Asano,
Jaimie Alexander
Genre : Action and
Advantures
Tahun : 2013
HTM : Rp. 20.000,- s/d
Rp. 60.000 (harga bervariatif sesuai tarif bioskop).
Durasi film :
±100menit
Sinopsis
Thor (Chris Hemsworth) akan berperang untuk
mengembalikan kedamaian di seluruh Cosmos, setelah pertempuran yang luarbiasa
pada film pertamanya dan The Avengers. Tapi upaya tersebut dihalangi oleh Ras
kuno yang dipimpin oleh Malekith yang memiliki tujuan untuk kembali membawa
‘kegelapan’ di seluruh alam semesta. Thor (Chris Hemsworth) harus menghadapi
lawan yang bahkan tidak bisa dikalahkan oleh Odin dan Asgard, Thor (Chris
Hemsworth) akan memulai perjalanan yang sangat berbahaya sekaligus paling
personal dalam hidupnya. Perjalanan yang akan mempertemukan dirinya kembali
menemui Jane Foster (Natalie Portman) dan akan mengorbankan apapun yang Ia
miliki demi untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.
Kelebihan
Thor beruntung dalam hal ini, dimana film pertamanya
dua tahun lalu itu tidak begitu cemerlang, namun di sisi lain ia juga tidak
jatuh menjadi sebuah hiburan yang menjengkelkan. Beberapa kelemahan berhasil
diperbaiki pada film keduanya ini, Thor:
The Dark World, lebih ringan, lebih menyenangkan, jika itu dibandingkan
dengan pendahulunya. Pada dasarnya ini sama saja, melakukan sebuah tindakan
yang benar dengan mempertahankan formula dari superhero yang berhadapan dengan
upaya musuh dalam mencoba meraih sesuatu yang dapat membantu mereka untuk
menguasai dan menghancurkan dunia. Namun kelebihan dari Thor: The Dark World yang akan menjadikan ia terasa seperti
sebuah gerakan positif dalam Thor film
adalah keseimbangan yang cukup tepat. film ini mampu memberikan sebuah cerita yang fokus
namun tidak membebani penontonnya. Dengan beberapa ide-ide yang terasa segar,
script mampu mengkombinasi petualangan yang cukup mengasyikkan walaupun tidak
begitu epic dan menegangkan untuk ukuran sebuah film superhero, dengan balutan
drama humanisme yang tidak hancur. Alan
Taylor juga cerdik dalam memanfaatkan tiap momen agar tidak terbuang
percuma, serta membagi porsi dari tiap elemen cerita dengan cermat, terutama
pada kunci utama yang menjadikan Thor:
The Dark World terasa menyenangkan, komedi. Banyak momen lucu yang dimiliki oleh Thor: The Dark World, bahkan dalam
hal kuantitas mungkin berada diatas beberapa film komedi rilisan tahun 2013,
dan hampir berdiri sejajar dengan The
Avengers. Kuncinya terletak pada dynamic duo, antara Thor dan Loki lewat bromance dan saling ejek yang cerdas.
Kekurangan
Ini seperti film dengan dua warna, hitam dan
putih, mereka memikat ketika berdiri sendiri namun tidak pernah berhasil
membentuk komposisi pas yang saling membantu jika harus di kombinasi. Itu yang
menjadikan Thor: The Dark World
dibanyak bagian seperti terlihat stuck akibat perpindahan warna cerita antara
serius dan lucu yang sering terjadi namun tidak semuanya berjalan mulus. Elemen
komedi juga sering terasa seperti tameng untuk menutupi alur cerita yang tidak
halus, serta merusak kualitas konflik utama. Thor: The Dark World seharusnya menjadi sebuah perang penuh
kekacauan dalam skala besar, ini sudah berkaitan dengan eksistensi Asgard, bahkan menghadirkan Malekith yang katanya merupakan salah
satu supervillain Marvel. Namun
setelah sedikit menjemukan di bagian pembuka, suntikan komedi yang memikat itu
mungkin akan terkesan sedikit berlebihan dan merusak bagi beberapa penonton.
Akibatnya unsur action yang seharusnya penuh kepanikan itu jatuh menjadi datar,
terlalu ringan, kurang emosional. Penjahat utama kurang diberikan ruang yang
lebih besar, seperti ditekan untuk memberikan arena bagi elemen lain yang punya
kepentingan lebih besar bagi franchise Marvel. Hasilnya, motivasi musuh
terkesan standard, terlalu sederhana, hambar. Tidak merusak memang, namun tidak
menjadikan pertarungan konflik utama begitu mengesankan. Bisa dibilang film ini
adalah produk Marvel terbaru yang kurang “nendang”. Sang sutradara Alan Taylor
seperti telah kehabisan ide. Mungkin perlu dimaklumi, selama ini Taylor lebih
banyak menyutradarai serial televisi yang berbau drama (Sex and The City, The
Sopranos).
Saran
Dalam film ini sebaiknya adegan actionnya harus
dibuat lebih menegangkan lagi karena dari semua adegan action seperti
perkelahian masih kurang membuat saya takjub. Bahkan di adegan pertengkaran
menjelang ending terasa seperti melihat sihir karena dalam scene ini lebih
ditonjolkan Sembilan dunia yg hendak sejajar seperti fenomena gerhana dan
terdapat beberapa dinding ajaib yg membuat tokoh berpindah tempat sehingga
pertunjukkan pertengkaran antara Thor dan malekith tidak seru bahkan sedikit
membosankan. Beberapa adegan komedi yg cukup membuat saya tertawa
menyaksikannya juga kurang nyambung ketika berpindah scene sehingga terasa flat
sesudah bagian komedi tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)