Selasa, 30 April 2013

Resume : Masalah Ekonomi


Masalah ekonomi tidak pernah berakhir. Jika masalah 1 selesai, maka masalah lain akan muncul lagi. Kita tidak hanya mengurusi masalah ekonomi untuk diri kita sendiri, tapi masalah ekonomi untuk orang lain ataupun untuk Negara bahkan untuk Dunia. Ada pun filsafah yang membahas masalah kemiskinan yaitu Adam Smith. Beliau membahas masalah ekonomi pada saat
“Keterbelakangan 31 Desember “. Beliau pun menjabarkannya :
1.       Kurangnya pendidikan
2.       Sempitnya lapangan kerja
3.       Angka lahir lebih tinggi
4.       Penghasilan rendah

Itu merupakn jabaran yang beliau jelasakan, dari point 2-4 itu merupakan variable ekonomi..
Masalah ekonomi itu sesungguhnya adalah masalah yang besar. Masalah ekonomi yang paling famous adalah Kemiskinan. Kemiskinan merupaka hal yang selalu menyangkut dalam masalah ekonomi. 

Ada pun cara menyelesaikan masalah kemiskinan :
  • Perlu adanya pembangunan
-          Kurangnya prasana – sarana
-          Sektor moneter yang belum maju
-          Kurangnya pendidikan
-          Tabungan rendah

  • Padatnya penduduk
  • Pengganguran
  • Inflasi
  • Kegagalan pasar
  • Pemerataan

Penjelasan tentang inflasi – kegagalan pasar – pemerataan
Inflasi = Kencendrungan nilai naik (harga)
Kegagalan pasar = jika kita menggunakan monopoli maka ekonomi tidak akan bergerak, karena system monopoli itu system yang menghentikan wilayah pasar lainnya, maka jika kita menggunakan monopoli maka kita akan mengusai wilayah pasar, hanya kita dan bukan yang lain. Intinya jangan menggunakan monopoli dalam persaingan pasar.
Pemerataan =  harus melakukan pemerataan supaya tidak terjadi pemusatan.

Dalam point “Perlu adanya pembangunan” seorang seorang filsafah yang bernama Rostow mempunyai program pembangunan, antara lain :
1.       Perekonomian Tradisional
2.       Tinggal Landas (Take Off)
3.       Masyrakat sudah mencapai tingkat konsumsi tingkat tinggi (high level)


Ada struktur tentang masalah ekonomi :

Produksi rendah >>>>>> Pendapatan rendah >>>>> Tabungan rendah >>>>> Investasi rendah >>>> SDM rendah >>>> Produksi rendah

* penjelasan , setelah SDM rendah diakhir maka dia pun balik lagi ke Produksi rendah..

Adapun Tujuan dari kebijakan ekonomi :
1.       Efisiensi
2.       Pertumbuhan ekonomi dilihat dari total produksi nasional
3.       Stabilitas ekonomi
4.       Pemerataan


Penjelasan tentang Efisiensi = produksi bisa dimuat banyak barang dan biaya produksi murah.

Masalah Ekonomi


Saat ini, masalah ekonomi adalah masalah yang banyak dialami oleh sebagian besar orang. Contoh – contoh masalah yang menimpa adalah berkenaan dengan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Masalah ekonomi adalah masalah yang berkenaan dengan ekonomi. Sedangkan masalah ekonomi adalah masalah yang lekat kaitannya dengan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Mulai dari jual beli, tawar menawar atau ekspor inpor.
Sebenarnya masalah ekonomi bukan hanya sebuah masalah yang harus diatasi oleh pakar ekonomi saja. Masalah ekonomi ini adalah sebuah masalah yang harus dicari solusinya secara bersama sama.

Ekonomi suatu bangsa adalah hal yang sangat vital. Negaea yang memilki ekonomi yang kuat, dapat dipastikan bahwa ekonomi yang kuat ini akan menyokong sendi – sendi kehidupan yang lain. Bidang pendidikan, social budaya, pemerintahan dan aspek yang lain pun juga akan kuat.
Jika ekonomi suatu Negara lemah dan tak berdaya maka dapat dipastikan bahwa bidang – bidang yang lainnya pun juga berada dalam hal yang tak baik. Namun begitu tidak semua kalangan bisa mengindentifikasi masalah ekonomi dengan mudah. Mereka umumnya sulit menuliskan, melukiskan dan mengatakan yang sebenarnya telah dicerna pikiran.


Beberapa contoh masalah Ekonomi    :
1. Masalah Kemiskinan
Pada akhir tahun 1996 jumlah penduduk miskin Indonesia sebesar 22,5 juta jiwa atau sekitar 11,4% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Namun, sebagai akibat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan sejak pertengahan tahun 1997, jumlah penduduk miskin pada akhir tahun itu melonjak menjadi sebesar 47 juta jiwa atau sekitar 23,5% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Pada akhir tahun 2000, jumlah penduduk miskin turun sedikit menjadi sebesar 37,3 juta jiwa atau sekitar 19% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia.

Dari segi distribusi pendapatan nasional, penduduk Indonesia berada dalam kemiskinan. Sebagian besar kekayaan banyak dimiliki kelompok berpenghasilan besar atau kelompok kaya Indonesia. Upaya penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya program IDT (Inpres Desa Tertinggal), KUK (Kredit Usaha Kecil), KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen) PKT (Program Kawasan Terpadu), GN-OTA dan program wajib belajar.

2. Masalah Keterbelakangan
Masalah yang dihadapi adalah rerndahnya tingkat pendapatan dan pemerataannya, rendahnya pelayanan kesehatan, kurang terpeliharanya fasilitas umum, rendahnya tingkat disiplin masyarakat, renddahnya tingkat keterampilan, rendahnya tingkat pendidikan formal, kurangnya modal, produktivitas kerja, lemahnya manajemen usaha. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM, pertukranan ahli, transper teknologi dari Negara maju.
3. Masalah pengangguran dan kesempatan kerja
Masalah pengangguran timbul karena terjadinya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah melakukan pelatihan bagi tenaga kerja sehingga tenaga kerja memeiliki keahlian sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia, pembukaan investasi baru, terutama yang bersifat padat karya, pemberian informasi yang cepat mengenai lapangan kerja

4. Masalah kekurangan modal
Kekurangan modal adalah suatu cirri penting setiap Negara yang memulai proses pembangunan. Kekurangan modal disebabkan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah yang menyebabkan tabungan dan tingkat pembentukan modal sedikit. Cara mengatasinya melalui peningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi menjadi lebih produktif.

5. Krisis Nilai Tukar
Krisis mata uang yang telah mengguncang Negara-negara Asia pada awal tahun 1997, akhirnya menerpa perekonomian Indonesia. Nilai tukar rupiah yang semula dikaitkan dengan dolar AS secara tetap mulai diguncang spekulan yang menyebabkan keguncangan pada perekonomian yang juga sangat tergantung pada pinjaman luar negeri sektor swasta. Pemerintah menghadapi krisis nilai tukar ini dengan melakukan intervensi di pasar untuk menyelamatkan cadangan devisa yang semakin menyusut. Pemerintah menerapkan kebijakan nilai tukar yang mengambang bebas sebagai pengganti kebijakan nilai tukar yang mengambang terkendali.

Adapun cara memecahkaan masalah ekonomi, diantaranya :
1.       Dengan system ekonomi yang sesuai dengan keadaan setempat
2.       Meningkatkan SDM
3.       Menggunakan SDA secara efisien dan tepat guna