Kamis, 07 November 2013

Resensi Film "Thor : The Dark World"



Judul Film       : Thor: The Dark World
Sutradara         : Alan Taylor
Produksi          : Marvel Studios
Distribusi         : Walt Disney Pictures Studios Motion
Pemain                        : Chris Hemsworth, Natalie Portman, Tom Hiddleston, Anthony Hopkins, Stellan Skarsgard, Rene Russo, Christopher Eccleston, Idris Elba, Adewale Akinnuoye-Agbaje, Kat Dennings, Ray Stevenson, Zachary Levi, Tadanobu Asano, Jaimie Alexander
Genre              : Action and Advantures
Tahun              : 2013
HTM               : Rp. 20.000,- s/d Rp. 60.000 (harga bervariatif sesuai tarif bioskop).
Durasi  film      : ±100menit



Sinopsis
Thor (Chris Hemsworth) akan berperang untuk mengembalikan kedamaian di seluruh Cosmos, setelah pertempuran yang luarbiasa pada film pertamanya dan The Avengers. Tapi upaya tersebut dihalangi oleh Ras kuno yang dipimpin oleh Malekith yang memiliki tujuan untuk kembali membawa ‘kegelapan’ di seluruh alam semesta. Thor (Chris Hemsworth) harus menghadapi lawan yang bahkan tidak bisa dikalahkan oleh Odin dan Asgard, Thor (Chris Hemsworth) akan memulai perjalanan yang sangat berbahaya sekaligus paling personal dalam hidupnya. Perjalanan yang akan mempertemukan dirinya kembali menemui Jane Foster (Natalie Portman) dan akan mengorbankan apapun yang Ia miliki demi untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.



Kelebihan
Thor beruntung dalam hal ini, dimana film pertamanya dua tahun lalu itu tidak begitu cemerlang, namun di sisi lain ia juga tidak jatuh menjadi sebuah hiburan yang menjengkelkan. Beberapa kelemahan berhasil diperbaiki pada film keduanya ini, Thor: The Dark World, lebih ringan, lebih menyenangkan, jika itu dibandingkan dengan pendahulunya. Pada dasarnya ini sama saja, melakukan sebuah tindakan yang benar dengan mempertahankan formula dari superhero yang berhadapan dengan upaya musuh dalam mencoba meraih sesuatu yang dapat membantu mereka untuk menguasai dan menghancurkan dunia. Namun kelebihan dari Thor: The Dark World yang akan menjadikan ia terasa seperti sebuah gerakan positif dalam Thor film adalah keseimbangan yang cukup tepat. film ini mampu memberikan sebuah cerita yang fokus namun tidak membebani penontonnya. Dengan beberapa ide-ide yang terasa segar, script mampu mengkombinasi petualangan yang cukup mengasyikkan walaupun tidak begitu epic dan menegangkan untuk ukuran sebuah film superhero, dengan balutan drama humanisme yang tidak hancur. Alan Taylor juga cerdik dalam memanfaatkan tiap momen agar tidak terbuang percuma, serta membagi porsi dari tiap elemen cerita dengan cermat, terutama pada kunci utama yang menjadikan Thor: The Dark World terasa menyenangkan, komedi. Banyak momen lucu yang dimiliki oleh Thor: The Dark World, bahkan dalam hal kuantitas mungkin berada diatas beberapa film komedi rilisan tahun 2013, dan hampir berdiri sejajar dengan The Avengers. Kuncinya terletak pada dynamic duo, antara Thor dan Loki lewat bromance dan saling ejek yang cerdas.



Kekurangan
Ini seperti film dengan dua warna, hitam dan putih, mereka memikat ketika berdiri sendiri namun tidak pernah berhasil membentuk komposisi pas yang saling membantu jika harus di kombinasi. Itu yang menjadikan Thor: The Dark World dibanyak bagian seperti terlihat stuck akibat perpindahan warna cerita antara serius dan lucu yang sering terjadi namun tidak semuanya berjalan mulus. Elemen komedi juga sering terasa seperti tameng untuk menutupi alur cerita yang tidak halus, serta merusak kualitas konflik utama. Thor: The Dark World seharusnya menjadi sebuah perang penuh kekacauan dalam skala besar, ini sudah berkaitan dengan eksistensi Asgard, bahkan menghadirkan Malekith yang katanya merupakan salah satu supervillain Marvel. Namun setelah sedikit menjemukan di bagian pembuka, suntikan komedi yang memikat itu mungkin akan terkesan sedikit berlebihan dan merusak bagi beberapa penonton. Akibatnya unsur action yang seharusnya penuh kepanikan itu jatuh menjadi datar, terlalu ringan, kurang emosional. Penjahat utama kurang diberikan ruang yang lebih besar, seperti ditekan untuk memberikan arena bagi elemen lain yang punya kepentingan lebih besar bagi franchise Marvel. Hasilnya, motivasi musuh terkesan standard, terlalu sederhana, hambar. Tidak merusak memang, namun tidak menjadikan pertarungan konflik utama begitu mengesankan. Bisa dibilang film ini adalah produk Marvel terbaru yang kurang “nendang”. Sang sutradara Alan Taylor seperti telah kehabisan ide. Mungkin perlu dimaklumi, selama ini Taylor lebih banyak menyutradarai serial televisi yang berbau drama (Sex and The City, The Sopranos).



Saran
Dalam film ini sebaiknya adegan actionnya harus dibuat lebih menegangkan lagi karena dari semua adegan action seperti perkelahian masih kurang membuat saya takjub. Bahkan di adegan pertengkaran menjelang ending terasa seperti melihat sihir karena dalam scene ini lebih ditonjolkan Sembilan dunia yg hendak sejajar seperti fenomena gerhana dan terdapat beberapa dinding ajaib yg membuat tokoh berpindah tempat sehingga pertunjukkan pertengkaran antara Thor dan malekith tidak seru bahkan sedikit membosankan. Beberapa adegan komedi yg cukup membuat saya tertawa menyaksikannya juga kurang nyambung ketika berpindah scene sehingga terasa flat sesudah bagian komedi tersebut.

Rabu, 30 Oktober 2013

Cara Memandikan Kucing

Bagi anda yg memiliki kucing ada hal yg harus diperhatikan, yaitu kebersihan kucing anda. Kebersihan pada kucing bukan hanya sekedar mempercantik penampilan melainkan juga salah satu cara mencegah datangnya penyakit baik kepada kucing anda maupun kepada kita sebagai pemilikinya, maka karena itu memandikan kucing adalah kegiatan dasar yg harus kita lakukan untuk menjaga dan menjamin kebersihan kucing kita.

Memandikan kucing merupakan suatu hal yg bisa dibilang cukup merepotkan karena membutuhkan kesabaran, keuletan, ketelitian dan kehati-hatian. Naluri kucing yg takut akan air tidak bisa kita hilangkan meskipun sudah berkali-kali kita membiasakan kucing untuk mandi. Nah pada postingan kali ini saya bermaksud membantu anda untuk mempermudah dalam memandikan kucing kesayangan anda.

Berikut beberapa peralatan dan bahan yg harus kita persiapkan serta cara memandikannya :
1. Air, karena syarat mandi harus ada air kalau tidak ada air bukan mandi namanya, hehehe. Sebaiknya gunakan air hangat, basuh kucing anda dengan perlahan dan jangan diguyur pada bagian kepala.

2. Shampo, selain air maka shampo adalah bahan wajib yg harus dipakai untuk mandi, kalau tidak pakai shampo itu hanya sekedar basah alias guyur. Gunakan shampo khusus kucing dan jangan gunakan shampo untuk manusia kepada kucing karena akan menimbulkan kerontokkan pada bulu kucing anda, sekiranya ingin menggunakan shampo manusia dengan tujuan menghemat biaya maka pilih shampo khusus bayi.

3. Washlap atau spons, benda ini digunakan untuk menggosok kucing anda setelah dibasuh air dan diberi shampo maka gosokkan badannya dengan washlap/spons yg teksturnya lembut. Jika anda menggosoknya hanya dengan tangan mungkin akan kurang maksimal kotoran yg terangkat dari tubuh kucing anda.

4. Sikat kecil atau sikat gigi, pada bagian ujung-ujung kaki kucing anda tidak mungkin anda bisa menggosoknya dengan washlap atau spons secara detail, maka gunakan sikat kecil atau sikat gigi untuk menyikat ujung-ujung kaki dan disela-sela kuku kucing anda

4. Handuk, setelah proses memandikan selesai maka anda harus mengeringkan kucing anda dan menurut saya ini lebih sulit serta membutuhkan waktu lebih lama untuk membuat kucing anda kering. Keringkan kucing anda dengan handuk layaknya kita yg mengeringkan tubuh kita sehabis mandi. Jika anda memiliki hair dryer maka gunakanlah setelah dihandukkan.

5. Sisir, ketika kucing anda sudah benar-benar kering maka sisir bulunya supaya rapih dan tidak kusut. Gunakan sisir khusus kucing yg biasanya terbuat dari kawat pada bagian gigi sisirnya atau jika tidak ada bisa gunakan sisir rambut biasa dan pilih sisir yg bergigi renggang agar bulu kucing tidak nyangkut pada sisir.

Setelah anda melakukan semua hal diatas maka anda akan lihat perubahan kucing anda menjadi lebih bersih, apalagi jika kucing anda berbulu putih. Jika sudah semua ada baiknya anda memberikan parfum khusus kucing untuk kucing anda namun ini hanya pelengkap saja kalau tidak diberikan juga tidak masalah. Berhati-hati saat memandikan kucing karena bisa saja kucing anda mencakar anda saat dimandikan sebagai bentuk perlindungan kucing anda dari serangan air, hahaha.

Perhatikan pada bagian kepala jangan sampai anda mengguyurnya dengan gayung ataupun shower karena dikhawatikan air akan masuk ke lubang telinga dan lubang hidung kucing anda. Pada bagian kepala cukup anda usapkan saja dengan washlap atau spons basah yg sudah diberi shampo untuk membersihkannya. Untuk lebih menjaga agar lubang telinga tidak kemasukkan air maka anda juga bisa menutup lubang telinga kucing anda dengan kapas. Bersihkan telinga kucing anda dengan cotton bud dan baby oil namun jangan pada saat mandi karena takut air masuk ke lubang telinga kucing anda

Sekian informasi yg bisa saya berikan berdasarkan pengalaman pribadi dan dari beberapa sumber lainnya, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan informasi, silahkan komentar untuk saling berbagi.

Terimakasih.

Salam.