Kamis, 01 Maret 2012

ALLAH

Kata 'Allah' adalah asma yg paling agung dari ke-99 asma-Nya yg lain. Dalam asma inilah seluruh asma-Nya berkumpul menyatu. Pada hakikatnya, asma inilah yg mendahului semua asma lainnya, dan hanya pada asma inilah seluruh asma lainnya bisa bersandar. Kata 'Allah' bisa berdiri sendiri dan tidak membutuhkan kata lainnya. Namun, asma-asma lainnya seperti 'Al-Rahman', sebenarnya terdiri dua kata, 'Allah Al-Rahman', namun dengan kata 'Allah' yg tidak tampak.
Jika kata ‘ilah’1 lebih bersifat umum dan mencakup Allah serta ilah-ilah lainnya, kata 'Allah' menunjuk pada satu Dzat yg memiliki dan menyatukan seluruh Asma Al-Husna dan seluruh sifat ketuhanan dalam diri-Nya. Dalam asma inilah terkandung seluruh makna asma lainnya, yg lahir maupun yg batin, yg diketahui makhluk maupun yg tidak diketahui mereka.
Seorang Abdullah (hamba Allah) aalah seorang hamba yg sudah mencapai tingkatan tertinggi yg memungkinkan untuk dicapai makhluk, karena Allah sudah menyingkapkan dan meletekan seluruh rahasia asma-Nya dalam diri sang hamba. Seluruh aspek lahir dan batin pada diri hamba telah sepenuhnya selaras dengan apa yg Allah kehendaki atas dirinya.
Pada hakikatnya, hamba yg Abdullah adalah hamba yg telah lenyap tenggelam ke dalam segala keagungan sifat Allah, seperti lenyapnya cahaya lilin jika diletakkan di bawah sinar matahari. Ia bahkan telah bebas dari keberadaan maupun kehendak sebagai dirinya sendiri. Seluruh aspek dirinya sepenuhnya dipersembahkan hanya bagi Allah, dan ia telah meletakkan dirinya hanya berada di bawah pengaturan dan penataan Allah semata.
Abdullah adalah sederajat para Nabi, para wali, dan mereka yg memiliki kedudukan spiritual tertinggi pada setiap zaman

1 : Seuatu tempat kita tunduk dan mengabdi