Selasa, 27 November 2012

Organisasi Siswa Intra Sekolah

1.   Latar Belakang
Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.

2.   Identifikasi Masalah
Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai lembaga kemasyarakatan.

3.   Landasan Teori
Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

4.   Pembahasan
Organisasi Siswa Intra Sekolah (disingkat OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah. Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.
Organisasi, Komunikasi dan Solidaritas antara siswa-siswi adalah hal yang paling penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mutu hidup rakyat Indonesia terhadap masa depan. Yang paling tahu kesulitan, kekurangan, dan tantangan di lapangan adalah pelajar Indonesia. Jadi siswa-siswi di Indonesia perlu sangat pro-aktif untuk berkontribusi supaya membentuk pendidikan negara yang paling bermutu.
Apabila OSIS dipandang suatu sistem, berarti OSIS sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini OSIS dipandang sebagai sistem, dimana sekumpulan para siswa mengadakan koordinasi dalam upaya mencitapakan suatu organisasi yang mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan suatu organisasi yang mampu mencapai tujuan. Oleh karena OSIS sebagai suatu sistem ditandai beberapa ciri pokok:
·         berorient asi pada tujuan.
·         memiliki susunan kehidupan kelompok
·         memiliki sejumlah peranan.
·         terkoordinasi dan
·         berkelanjutan dalam waktu tertentu.

Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor: 13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut:
·         Sekolah merupakan wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan.
·         Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk:
o   Meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa,
o   Meningkatkan kecerdasan dan keterampilan,
o   Mempertinggi budi pekerti,
o   Memperkuat kepribadian,
o   Mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
·         Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.
·         Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
·         Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.
Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:
·         Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah)
·         Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah)
·         Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)
·         Ketua Umum
·         Wakil Ketua I
·         Wakil Ketua II
·         Sekretaris Umum
·         Sektetaris I
·         Sekretaris II
·         Bendahara
·         Wakil Bendahara
·         Koordinator Bidang (Korbid) dan Seksi Bidang (Sekbid) sebagai pembantu Korbid dalam mengurus setiap kegiatan siswa yang berhubungan dengan tanggung jawab bidangnya.
Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.
Arti bentuk dan warna lambang OSIS:
·         Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga
Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.
·         Buku terbuka
Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.
·         Kunci pas
Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.
·         Tangan terbuka
Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.
·         Biduk
Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.
·         Pelangi merah putih
Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.
·         Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas
Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.
·         Warna kuning
Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.
·         Warna coklat
Dapat berarti sifat kedewasaan dan sikap rela berkorban bagi tanah air.
·         Warna merah putih
Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.

5.   Kesimpulan dan Saran
5.1. Kesimpulan
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah sebuah wadah untuk pembentukan karakter siswa, yang didalamnya terdapat sebuah ilmu tentang kepemimpinan leadership, demokrasi dan politik. Pengenalan kepemimpinan, demokrasi dan polotik sejak dini dengan tujuan mencetak generasi-generasi muda yang siap membawa bangsa ini melejit jauh kedepan. Menerapkan nilai-nilai luhur yang tedapat di dalam Pancasila dan kearifan lokal. Membentuk kader-kader atau pemimpin-pemimpin yang memiliki keberanian untuk melakukan perubahan kedepan. Peminpin yang mempunyai moral, tanggung jawab, pemimpin yang tegas, tekad dan pandangan kedepan. Guna mencegah tindakan-tindakan yang melenceng dari aturan yang telah ditentukan. Keadaan pemerintah yang semakin rumit dan kompleks akan menggugah kita sebagai generasi muda untuk berbuat sesuatu yang mampu membawa perubahan dimasa yang akan datang. Janganlah terpengaruh terhadap globalisasi yang semakin mengikis nilai-nilai dan budaya di negeri kita.
5.2. Saran
                 Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih        terus belajar,  akan menjadi pemilik masa depan. Itulah kata motivasi yang patut kita telaah lebih dalam lagi, apalagi kita sebagai anak muda yang nantinya memegang kendali dimasa yang akan datang. Mau dibawa kemana bangsa ini kalau bukan kita yang menentukan dari sekarang. Kita belajar kepemimpinan, politik, demokrasi, sebagai bekal kita nanti setelah terjun di masyarakat.

Senin, 01 Oktober 2012

Organisasi


 Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali. 
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
Mungkin sebagian orang berpikir bahwa organisasi adalah sesuatu yang berdiri atas nama golongan, partai, karir, dsb, namun tidak semua demikian karena organisasi adalah sesuatu yang hampir tidak terlepas dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang tinggal atau hidup dimanapun pasti akan mengenal dan terlibat pada suatu organisasi baik disadari maupun tidak disadari, contohnya seseorang yang tinggal di suatu komplek perumahan maka orang tersebut sudah berada dalam organisasi masyarakat sehingga dipilih salah satu dari masyarakat untuk menjadi ketua masyarakat (RT, RW, lurah, dsb). Sebagai orang yang tidak terpilih menjadi ketua bukan berarti dia tidak ikut dalam keorganisasian, ketika diadakan kegiatan kerja bakti maka setiap masyarakat akan bergotong royong untuk melaksanakan kegiatan tersebut demi kepentingan bersama dan tujuan yang sama. Beberapa struktur organisasi masyarakat juga terbentuk pastinya seperti pembentukan panitia dalam rangka memperingati hari tertentu biasanya kemerdekaan RI, sehingga dalam kepanitiaan juga sudah terbentuk organisasi. Pada beberapa kondisi kita tidak dapat memutlakan bahwa semua organisasi itu baik, tergantung tujuan organisasi itu sendiri. Sering kita lihat dari beberapa media tentang aksi brutal gank motor yang meresahkan orang-orang karena takut akan kehadirannya meski demikian gank motor ini suda dapat kita sebut atau telah menjadi suatu organisasi namun dalam hal yang negatif, banyak organisasi-organisasi lainnya ayang serupa dengan gank motor ini seperti suatu organisasi dalam penyesatan agama, terorisme, dsb.
Setelah sedikit memaparkan tentang organisasi sekarang saya akan mencoba untuk menceritakan pengalaman saya dalam suatu organisasi yang saya ikuti pada saat Sekolah Menengah Atas. Setiap siswa-siswi yang tengah mengikuti pendidikan dalam suatu sekolah atau lembaga pendidikan lainnya juga telah menjadi anggota organisasi namun sebagian masih ada yang belum menyadarinya. Ketika kita berada di dalam sekolah sebagai siswa maka tanpa diberitahu secara khusus maka kita sudah pasti akan menghormati guru-guru yg ada dalam sekolah kita padahal hal ini tidak diajarkan secara khusus namun karena ilmu sosial yang telah tertanam pada diri kita sejak dini maka hal ini terjadi secara sendirinya dan inilah sebagian potongan dari organisasi yang pasti kita semua telah rasakan.
Nah sekarang saya coba lebih fokusnya pada organisasi ektrakulikuler paskibra yang ini inti yang ingin saya ceritakan, maaf ya sedikit bertele-tele. Awal saya mengikuti kegiatan ekstrakulikuler ini bukan merupakan suatu niat atau dengan sengaja melainkan hanya ingin menggantikan teman yang tidak bisa melaksanakan tugasnya untuk upacara kemerdekaan yang akan dilaksanakan sekitar satu bulan mendatang karena alasan pribadi. Salah satu dari teman saya yang lebih awal mengikuti mengajak saya untuk bergabung, meskipun awalnya merasa malas namun karena tidak hati dan jiwa nasionalisme maka saya paksakan niat saya untuk mengikuti dan sambutan hangat dari anggota lainnya saya dapatkan. Pada saat itu telah saya lihat dan rasakan suatu organisasi dalam ektrakulikuler ini dimana ada instruktur, ketua, wakil ketua, seketaris, bendahara, dan seksi-seksi lainnya. Mereka memiliki tugas masing-masing yang harus dilaksanakan demi kesejahteraan dan kelangsungan organisasi, bayangkan jika salah satu dari pengurus organisasi yang tidak melaksanakan tugasnya maka kemungkinan besar seluruh anggota organisasi akan merasakan dampaknya. Misal bendahara tidak membelikan suatu barang yang dibutuhkan untuk pelaksanaan organisasi dan uangnya hanya disimpan dengan alasan uang kas, maka sudah pasti anggota yang lain akan kesulitan atau merasa tidak nyaman saat berlangsungngnya kegiatan organisasi tersebut.
Hari pertama saya turun ke lapangan untuk latihan, dimulai dari dasar PBB, pasal-pasal paskibra, janji paskibra, dsb saya pelajari dan pahami demi mewujudkan cita-cita dari organisasi ini. Sehingga saya berkesimpulan bahwa setiap organisasi pasti mempunyai komitmen dan tanggung jawab yang harus dipenuhi baik tertulis maupun tidak tertulis karena tanpa ada komitmen dan tanggung jawab suatu organisasi maka memungkinkan terjadinya perpecahan dalam suatu organisasi itu sendiri karena anggota tidak akan merasa memiliki tujuan atau tugas inti dari masing-masing anggota bahkan akan menyebabkan kurangnya kedisiplinan dalam organisasi. Setiap anggota harus taat dan patuh pada peraturan dan undang-undang yang ada dalam organisasi, jika merasa tidak sesuai atau tidak suka dengan ketentuan yang berlaku sebaiknya keluar dari organisasi atau akan menjadi orang yang salah dalam organisasi.
Pada latihan berlangsung semua anggota mengikuti semua perintah dari instruktur dan semua anggota secara tertib dan disiplin melaksanakannya meski ada kalanya terjadi kesalahan dan jatuh hukuman pada yang melanggar aturan atau berbuat kesalahan yang fatal, tercermin jiwa mereka yang memiliki semangat yang tangguh dan gigih. Benar apa yang dikatakan Keith Davis bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih dari semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah. Saya coba simpulkan menjadi anggota organisasi bukan hanya sekadar terdaftar dalam organisasi dan ikut berbagai kegiatan namun juga batin kita harus ikut dalam organisasi yang kita ikuti.
Tidak semua organisasi dapat berjalan secara efektif karena beberapa faktor penghalangnya. Misalnya pada saat ingin melaksanakan latihan paskibra turun hujan maka tidak mungkin kita melakukannya di dalam ruangan karena memang sekolah hanya memiliki aula yang luasnya tidak mencukupi untuk latihan paskibra dan juga banyaknya anggota. Sehingga ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kegiatan keorganisasian ini dapat berjalan secara lancar dan efektif. Beberapa hal tersebut yaitu :

  •  Waktu dan tempat

  • Biaya

  • Persiapan dari masing-masing anggota

  • Komunikasi yang baik

  • Dll.

Organisasi selayaknya memberikan pengaruh atau dapat sedikit mengubah kehiduan masyarakat. Seperti dikampus Univ. Gunadarma terdapat UKM Fajrul Islam yang merupakan suatu organisasi berlatar belakang agama. UKM Fajrul Islam telah sering mengadakan kegiatan terbuka untuk seluruh mahasiswa Univ. Gunadarma yang bertujuan untuk pemahaman dan pengamalan agama Islam, sehingga bisa kita bayangkan jika mayoritas mahasiswa suatu kampus telah memahami dan dapat mengamalkan ajaran-ajaran agama pasti akan baik jadinya, tercipta suatu kedamaian dan kekeluargaan. Dan itulah sebaiknya organisasi yang dapat memberikan atau membawa perubahan positif pada lingkungan sekitar.
Memeberikan atau membawa perubahan adalah inti dari manfaat organisasi, masih ada beberapa manfaat organisasi yang harus bisa terwujud setidaknya bagi pihak organisasi itu sendiri, seperti penuntun dalam mencapai tujuan, pengenalan wawasan, pengalaman yang akan berguna dalam berkarir, dsb.
Banyak ilmu yang kita dapatkan dari organisasi dan tidak kita dapatkan dalam kelas bahkan salah seorang dari teman kuliah saya berpendapat bahwa ilmu tertinggi ada dalam organisasi karena di organisasi itu kita menapat banyak pelajaran-pelajaran hidup bukan hanya sekedar IPTEK yang kita dapatkan dari lembaga-lembaga pendidikan. Ilmu organisasi ini merupakan softskill yang harus kita miliki dan pahami serta terapkan dalam kehiduan sehari-hari. Banyak manfaat yang dapat kita ambil dalam organisasi apapun bidang organisasinya selama bukan organisasi yang negatif pasti akan mendapatkan efek yang positif pada individu anggota.
Jadi bisa kita katakan bahwa organisasi merupakan salah satu media pembelajaran diri kita seperti pembentukan kedisiplinan, meningkatkan jiwa sosial, belajar berempati, berpegang teguh pada komitmen, berusaha mengatur waktu, dan masih banyak lagi dampak yang akan dihasilkan pada individu anggota dari organisasi.
Sekian yang dapat saya sampaikan, tulisan di atas merupakan pengalaman pribadi dan sedikit pengetahuan yang saya miliki, jika menemukan kesalahan maka silahkan beritahu saya dengan berkomentar dibawah tulisan ini.

SALAM

Kamis, 28 Juni 2012

Manusia dan Harapan

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti  manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun  mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung paa pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung  pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan  kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada  Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan  sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan  mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya  perlu setinggi bintar.
  
Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai. Contoh adalah seseorang yang punya cita-cita jadi dokter. Ketika dia tidak masuk jurusan ipa dia stress, lalu gagal snmptn / spmb kedokteran dia stress, dan seterusnya.

Tidak semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca atau melihat film motivasi hidup seperti laskar pelangi.
 
Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu: keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik ataumeningkat.
  
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.

1. Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pcmbawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan scbagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.
Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dcngan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang
salah, dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bcrsama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.
 
2. Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas: kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
Kebutuhan jasmaniah misalnya: makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan. Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikirnya. Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.